Orang Lain Tidak Mau Mendengarkanmu Saat Berbicara? Ini 4 Alasannya!

Apa jadinya kalau sebagai pendengar, orang lain tidak mau mendengarkanmu ketika menyampaikan sebuah cerita ataupun informasi


Ilustrasi tidak mau mendengarkan (pixabay.com/ sasint)

Pendengar yang baik adalah seseorang yang menghargai lawan bicaranya dalam situasi apa pun. Namun apa jadinya kalau sebagai pendengar, mereka tidak mau mendengarkanmu ketika menyampaikan sebuah cerita ataupun informasi? Apakah kamu merasa langsung tersinggung, kesal, dan berat hati?

Sebaiknya, cobalah bercermin dulu dengan diri sendiri. Mungkin ada hal-hal yang membuat orang lain tidak mau mendengarkan ceritamu seperti pembahasan yang ada pada poin-poin di bawah ini.

1. Banyak Pengulangan

Ini biasanya terjadi pada orang-orang yang memiliki sifat pelupa, sehingga entah berapa kali terhitung banyaknya pengulangan yang terjadi ketika hendak membuka topik dengan sesama relasi atau orang lain.

Mungkin kalau terjadi sekali atau dua kali, orang yang diajak bicara dengan karakter yang suka mengulang-ulang ini akan sedikit memaklumi dan mencoba mengerti kondisinya. Namun jika telah berulang-ulang kali, maka jangan heran orang yang diajak berinteraksi malah mengeluarkan sikap kesal, suntuk, dan bosan.

Bagi orang-orang yang sadar diri memiliki karakter yang suka mengulang-ulang topik atau cerita pembahasan, baik dikarenakan sifat alami sebagai pelupa ataupun tidak sama sekali, cobalah bertanya terlebih dahulu apakah cerita yang akan disampaikan memang benar-benar telah dibahas sebelumnya atau belum. Bila perlu sampaikan intisari ceritanya terlebih dahulu, lalu teruskanlah jika memang orang yang diajak bicara telah memvalidasi suatu info yang belum pernah dia dengar.

Baca Juga:

2. Topik cenderung tidak berbobot

Bagaimana orang akan selera mendengarkan sebuah pembicaraan kalau isinya tentang cemoohan, kejelekan orang lain, hinaan, mengeluh tanpa ada ujungnya, dan hal-hal lain yang tidak bermakna sama sekali?

Cobalah biasakan mengulas sebuah topik pembahasan dengan sesuatu yang lebih bermanfaat dan memiliki esensi positif bagi keberlangsungan hidup di hari-hari berikutnya.

Adapun yang bisa dilakukan dalam membangun topik yang penuh makna positif ialah seperti membahas visi dan misi dalam waktu jangka pendek, berdiskusi tentang permasalahan yang akan mengakibatkan kerugian bagi semua pihak, mengulik cerita insiprasi seorang tokoh panutan, dan saling mengolah argumen berdasarkan analisis secara komprehensif.

3. Kurang peka

Jangan mengajak orang lain berbicara kalau memang mereka sedang tidak berada pada kondisi atau situasi yang memungkinkan untuk diajak bicara.

Misalnya, seseorang yang lagi dilanda musibah atau kemalangan. Ada baiknya orang-orang yang berada di sekitar mereka untuk lebih memperhatikan dan menumbuhkan rasa empati dengan cara memberikan gestur kepedulian seperti merangkul, memeluk, dan mengelus-elus pundaknya agar senantiasa bersabar daripada mengajaknya berbicara secara intens diselingi buruan pertanyaan penasaran dari akar musibah yang terjadi.

Selain dari sudut pandang kemalangan dan musibah, orang-orang juga biasanya tidak selera untuk mendengarkan pembicaraan dari lawan bicaranya sewaktu mereka mengalami suasana perubahan perasaan yang cenderung naik turun (mood swing) atau terlihat sibuk dengan aktivitas yang sedang dikerjakan sehingga membutuhkan pengertian orang lain agar tidak mengganggunya sampai beberapa waktu ke depan.

Baca Juga:

4. Informasi tidak akurat

Jika seseorang menyampaikan suatu info yang tidak berdasar, tidak jelas sumbernya, tidak kredibel, dan kurang bisa dipertanggungjawabkan, maka tentulah sebagai pendengar akan merasa dikhianati dan seakan jera untuk menjalin komunikasi lagi dengan si pembawa beritanya.

Orang yang secara terus-menerus menyampaikan info bodong dan tidak dapat dipercaya akan membuat dirinya dicap sebagai penggosip atau penyebar berita palsu. Dan, dampaknya akan membunuh nama dan citra baiknya sendiri di ruang lingkup pertemanan atau lingkungan dalam arti luas.

Solusinya, coba riset dan kumpulkan terlebih dahulu sumber-sumber akurat sebagai bahan pendukung sehingga nantinya akan menaikkan kualitas topik pembicaraan yang sedang diangkat dengan sendirinya. Lalu, jangan sungkan membangun komunikasi dua arah yang efektif dan aktif dengan cara saling memberikan opini untuk lebih menunjang pemahaman dari isi pembahasan.

Itulah keempat alasan orang lain tidak mau mendengarkanmu saat berbicara. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: 4 Tanda Mentalitas Penindas, Salah Satunya Selalu Merasa Benar

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Hero