Membangun Ekosistem Digital Sebagai Media Promosi Wisata di Lombok

Promosi wisata secara digital melalui media sosial saat ini jauh lebih efektif dibandingkan dengan promosi melalui jalur konvensional


Gunung Rinjani (Pixabay.com/Anyfree)

Pada era tahun 2020 -1021, wabah pandemi Covid-19 bagi industri pariwisata di Indonesia berdampak sangat besar. Adanya penurunan kunjungan wisatawan yang signifikan, membuat pelaku usaha pariwisata seperti perhotelan dan pelaku UMKM banyak yang gulung tikar.

Dampak tersebut juga dirasakan oleh pengelola wisata dan pelaku UMKM di Lombok. Sejatinya, Lombok merupakan kawasan wisata yang sangat menarik dan potensial. Mulai dari alam, sosial, budaya, keagamaan, hingga kuliner khas Lombok, merupakan potensi-potensi pendukung wisata yang terdapat di Lombok.

1. Lombok, salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia

Gunung Rinjani, salah satu destinasi wisata terbaik di Lombok (Pixabay/Anyfree)
Gunung Rinjani (Pixabay,com/Anyfree)

Kawasan Lombok merupakan salah satu kawasan wisata unggulan di Indonesia. Lombok bisa menjadi alternatif untuk berlibur selain Bali. Pulau Lombok memiliki alam yang sangat indah, dari pantai hingga perbukitan. Dan tidak kalah dengan Bali, Lombok juga memiliki kebudayaan yang unik.

Lombok sangat populer di kalangan wisatawan karena wisata pantainya yang eksotis dan keindahan bawah lautnya yang membuat para wisatawan terpesona. Kawasan wisata seperti Gili Trawangan, Kuta Mandalika, Pantai Senggigi, Desa Adat Sade, Gunung Rinjani, Pantai Nipah, banyak dikunjungi oleh wisatawan asing dan domestik.

Selain panorama dan keindahan alamnya, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan dari Lombok, yaitu aneka kuliner tradisionalnya. Kuliner khas Lombok seperti ayam taliwang, plecing kangkung, sate pusut, beberuk terong, sayur ares, dll, mempunyai karakteristik yang mirip dengan masakan khas Bali, terutama dari penggunaan rempah dan cita rasanya yang tajam.

Menilik hal tersebut, tidak salah jika lombok ditetapkan sebagai salah satu kawasan wisata prioritas di Indonesia.

Baca Juga: Bagai Surga Tepi Laut, Berikut Ini 5 Pantai Terindah Di Eropa

2. Geliat bangkitnya sektor pariwisata di kawasan Lombok

Juara MotoGP di sirkuit Mandalika tahun 2022
Event MotoGP 2022 di Lombok (Pertamina.com)

Era tahun 2020-2021 merupakan masa keterpurukan kawasan wisata di Lombok. Hal ini lebih dikarenakan oleh pandemi virus Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Geliat kebangkitan pariwisata Lombok mulai terlihat dari terselenggaranya berbagai event balap motor di sirkuit Mandalika, yang dimulai dari kejuaraan World Superbike sampai  MotoGP .

Dengan adanya event balap motor dunia tersebut, tentunya banyak pihak yang akan mengekspos kawasan Lombok. Kawasan wisata di Lombok akan menjadi lebih dikenal oleh dunia. Sisi lain dari terselenggaranya event balap motor dunia, adalah keuntungan secara ekonomi bagi pelaku usaha di Lombok. Termasuk juga pengelola wisata dan pelaku usaha di bidang kuliner.

Ajang balap motor dunia tersebut dilaksanakan seluruhnya di sirkuit Mandalika. Salah satu hal yang menarik dari sirkuit Mandalika adalah sirkuit tersebut berada di tepi pantai, dan merupakan satu kawasan olahraga yang terintegrasi langsung dengan kawasan wisata.

3. Media digital sebagai wahana promosi pariwisata dan kuliner di Lombok

Ilustrasi berbagai macam media sosial (Pixabay/geralt)
Ilustrasi media digital (Pixabay.com/geralt)

Untuk mempromosikan kembali kawasan wisata dan kuliner di Lombok diperlukan peran aktif berbagai pihak. Bentuk promosi yang paling efektif saat ini adalah menggunakan media digital yang dengan mudah dan cepat dapat terlihat oleh orang dari seluruh dunia.

Peran media digital seperti video, artikel, iklan, televisi, dll, dalam mempromosikan wisata di Lombok semakin diperlukan, mengingat sebagian besar masyarakat dunia sudah terbiasa menggunakan internet. Apalagi Lombok menjadi pusat perhatian dunia karena keberhasilan menggelar event MotoGP pada tahun ini.

Pelaku usaha kuliner merupakan salah satu sektor usaha yang terdampak langsung pandemi Covid-19. Banyak pelaku usaha kuliner di Lombok yang terpaksa gulung tikar, karena kurangnya pembeli. Upaya membangkitkan kembali sektor kuliner di Lombok menghadapi berbagai macam tantangan. Selain permasalahan modal, tantangan  lainnya adalah mencari target pasar, melakukan pemasaran, menilai situasi dan kondisi pasar, hingga tantangan mencari tempat usaha.

Salah satu hal yang dapat diandalkan untuk mengatasi tantangan tersebut adalah dengan digitalisasi produk. Tidak hanya sebagai media promosi, peran digital sebagai pendukung usaha kuliner dan UMKM lainnya di Lombok sangat diperlukan. Melalui digitalisasi, sektor UMKM dan kuliner di Lombok dapat dikelola dan di monitor dengan baik.

Baca Juga: Perlunya Digitalisasi Sistem Pertanahan di Indonesia

4. Peran pemerintah dalam membangkitkan potensi wisata dan kuliner di Lombok

Ilustrasi peran pemerintah dalam golden triangel (Foto:Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti)
Golden Triangel (STTP Trisakti)

Dukungan dan peran pemerintah dalam membangkitkan kembali potensi wisata dan kuliner di Lombok sangat dibutuhkan. Salah satu bentuk dukungan dari pemerintah adalah penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung tumbuhnya media digital di Lombok.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sebagai kementerian yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang komunikasi dan informatika, turut berperan serta dalam mempromosikan wisata di Lombok.

Hal yang dilakukan oleh Kominfo untuk menunjang digitalisasi pengembangan wisata adalah dengan membangun dan mempertahankan infrastruktur TIK untuk pemerataan akses dan konektivitas broadband di Indonesia. Lombok sendiri termasuk kedalam 10 destinasi wisata prioritas, yang mendapat dukungan dari Kominfo untuk penguatan jarigan sinyal 4G.

Kecepatan dan kestabilan akses internet sangat menunjang promosi wisata di Lombok. Dengan kecepatan dan kestabilan jaringan internet, diharapkan informasi yang dikirim melalui media digital dapat diterima dengan baik di seluruh dunia.

5. Kolaborasi dalam membangun ekosistem digital sebagai media promosi wisata di Lombok

Ilustrasi kolaborasi mengembangkan media digital (Pixabay/Geralt)
Ilustrasi Kolaborasi digital (Pixabay.com/geralt)

Promosi wisata secara digital melalui media sosial saat ini jauh lebih efektif dibandingkan dengan promosi melalui jalur konvensional seperti billboard, brosur, dan lain sebagainya. Media promosi digital perlu dimanfaatkan sebagai sarana promosi yang dapat menggairahkan kembali pariwisata di Lombok.

Untuk itu diperlukan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah berperan sebagai pihak yang menyediakan jaringan internet kuat dan stabil. Pengelola wisata, pelaku usaha kuliner, dan masyarakat berperan sebagai influencer yang secara terus menerus mempromosikan wisata dan kuliner Lombok.

Kolaborasi dalam membangun ekosistem digital sebagai media promosi wisata antara pemerintah, pengelola wisata dan pelaku usaha kuliner, dan masyarakat merupakan pilar pemulihan dan kebangkitan wisata di Lombok.

Semangat untuk pulih dan bangkit bersama dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19 juga disuarakan oleh Indonesia melalui forum KTT G20. Yuk, bersama kita dukung momentum #G20Indonesia di Indonesia, sebagai momentum kebangkitan ekonomi dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19 melalui #RecoverTogetherRecoverStronger.

Baca Juga: Wisata Jembatan Gantung Situ Gunung, Hanya untuk Kamu yang Punya Nyali


Like it? Share with your friends!

Emperor

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *