Jangan Salah! Ini 6 Cara Menyikapi Korban Pelecehan Seksual


Ilustrasi korban pelecehan seksual

Belum lama ini kasus pelecehan seksual kembali terjadi dan terbaru berasal dari salah satu ajang kecantikan di Indonesia yang baru diselenggarakan. Sayangnya, terdapat beberapa komentar jahat netizen atau disebut victim blaming kepada para korban yang berani speak up, seperti menyalahkan karena tak berani melawan langsung. Hal ini tentu akan menimbulkan rasa takut, cemas dan trauma pada korban pelecehan seksual.

Padahal, kejadian tersebut murni kesalahan pelaku, bukan pada korban pelecehan seksual. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui enam cara menyikapi korban pelecehan seksual agar korban merasa aman dan terlindungi dengan beberapa cara berikut:

1. Hindari bertanya kronologi kejadian

Saat mengetahui ada orang di sekitar bahkan orang terdekat yang mengalami pelecehan seksual, jangan mencoba untuk bertanya kronologinya sebesar apapun rasa penasaranmu. Sebab, sering bertanya bisa memberikan kesan jika tengah melakukan victim blaming kepada korban.

Daripada penasaran, lebih baik biarkan korban sendiri yang bercerita kronologinya. Dengarkan semuanya sebaik mungkin tanpa memotong, buat korban merasa didengarkan saat menceritakan kronologinya padamu.

Baca Juga:

2. Tunjukkan rasa empati

Setelah korban berhasil menceritakan kronologinya kepadamu, selanjutnya tunjukkan rasa empatimu padanya. Kamu bisa memeluknya, mengelus punggungnya atau apapun yang bisa membuatnya merasa nyaman di dekatmu dan mengatakan kalau dia berharga.

Sebab, hal lain yang sangat dibutuhkan oleh korban adalah rasa nyaman serta dukungan penuh dari orang-orang di sekitarnya. Terutama keluarga, sahabat, kerabat dan orang-orang yang korban percaya.

3. Jangan menghakimi korban

Hal terpenting untuk menyikapi korban pelecehan seksual adalah dengan tidak menghakiminya. Jangan sekalipun menyalahkan korban atas apa yang terjadi pada dirinya.

Hindari kalimat yang bersifat penghakiman seperti, “pakaian kamu terlalu terbuka, terlalu minim”, “makanya jangan pulang larut malam”, maupun kalimat menghakimi lainnya. Kamu cukup support dan berikan dia kenyamanan saat bersamamu.

4. Bantu korban melapor ke pihak yang berwenang

Korban pelecehan seksual membutuhkan banyak sekali support dari orang-orang di sekitarnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membantunya melapor ke pihak yang berwenang.

Kamu bisa menemani korban untuk melapor ke pihak berwenang seperti polisi, layanan perlindungan bagi wanita dan anak dan sejenisnya. Bantuanmu ini akan sangat membantu korban untuk berani berbicara dan mendapatkan keadilan.

5. Perhatikan kondisi psikis korban dan ajak ke ahlinya

Pelecehan seksual bisa menimbulkan trauma yang mendalam bagi korban, bahkan bisa menjadi trauma berkepanjangan. Maka dari itu, penting sekali untuk memerhatikan kondisi psikis korban dengan baik.

Jika dibutuhkan kamu bisa membantu korban dengan mengajaknya bertemu dokter dan psikolog yang bisa membantu memulihkan kondisi psikis korban. Namun, jangan sampai memaksa ya, biarkan sampai dia siap dan kamu bisa mengajaknya pelan-pelan.

Baca Juga:

6. Jangan menjadikan musibah korban sebagai bahan gosip

Seringkali musibah seseorang dijadikan sebagai bahan gosip antar orang terdekat, apalagi mengenai pelecehan seksual. Padahal, musibah ini bukanlah sebuah berita yang bisa disebarluaskan, melainkan salah satu aib yang wajib disimpan rapat.

Maka dari itu, ketika kamu mendapatkan kepercayaan mendengar cerita korban tutuplah rapat-rapat cerita itu. Cukup hanya kamu saja yang mengetahuinya jangan disebarluaskan, karena ini juga salah satu cara untuk menghargai korban yang berani bercerita.

Menjadi korban pelecehan seksual dapat memberikan trauma berkepanjangan, bahkan bisa mengganggu psikis mereka. Maka dari itu, cobalah untuk melakukan enam cara menyikapi korban pelecehan seksual agar korban yang telah dijelaskan di atas agar korban merasa aman, nyaman dan terlindungi.

Baca Juga: Stop Pelecehan Seksual, Hentikan Dengan 6 Hal ini!

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Explorer

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *