Elegan dan Profesional, Berikut 5 Cara Menaikkan Harga Produk Tanpa Membuat Pelanggan Lari!


Ilustrasi menaikkan harga produk

Sebagai pemilik usaha, kadang-kadang menaikkan harga produk atau layanan kamu merupakan keputusan yang sangat sulit. Ibarat pedang bermata dua, di satu sisi kamu ingin mendapatkan keuntungan lebih, tapi di sisi lain kamu tidak ingin kehilangan pelanggan setia.

Nah, bagaimana cara menaikkan harga produk agar tidak membuat pelanggan lari? Yuk, simak beberapa tips berikut ini!

1. Naikkan harga secara bertahap

Kenaikan harga produk yang drastis akan membuat pelanggan terkejut. Misalnya, kamu menjual ayam fried chicken dari semula Rp10 ribu sepotong tiba-tiba kamu naikkan menjadi Rp15 ribu. Kenaikan 50% itu akan sangat memberatkan pelanggan.

Inilah mengapa sebaiknya tidak menunda-nunda menaikkan harga. Peritel seperti Indomaret dan
Alfamart sangat tahu mengenai hal ini. Mereka melakukan kenaikan harga sedikit demi sedikit, misalnya hanya Rp200-500 rupiah dalam satu kenaikan, sehingga tidak terasa.

Dalam setahun, harga suatu barang mungkin sudah naik Rp2.000- Rp5.000 tanpa kamu
sadari!

Baca Juga:

2. Ikuti kenaikan harga produk dengan pertambahan nilai

Apakah ada sesuatu yang spesial yang bisa kamu tawarkan bersamaan dengan kenaikan harga? Sebelum kamu memutuskan untuk menaikkan harga, pastikan dulu bahwa produk yang kamu tawarkan memiliki kualitas yang juga meningkat. Pelanggan akan merasa harga yang lebih tinggi itu wajar jika mereka bisa melihat dan merasakan peningkatan kualitas dari produk tersebut

Misal, jika kamu seorang dokter gigi yang berpraktik pribadi, kamu bisa menaikkan tarif perawatan gigi. Bila sebelumnya pasien tidak bisa dirawat sambil nonton TV, mendengarkan musik atau dalam ruangan dingin AC yang wangi, kini mereka mendapatkannya.

Ingat, kunci dari menaikkan harga tanpa kehilangan pelanggan adalah nilai produk. Jadi pastikan pelanggan merasa mendapatkan nilai yang lebih dari kenaikan harga yang kamu tetapkan.

3. Umumkan kenaikan harga di muka

Pelanggan akan lebih mudah menerima bila kamu mengumumkan kenaikan harga diumumkan di muka. Misalnya jika kamu mengelola sebuah kafe, pertimbangkan untuk memasang pemberitahuan di pintu depan yang memberitahu pelanggan kamu bahwa mulai bulan depan harga paket-paket makanan dan minuman akan ada kenaikan rata-rata 5 persen.

Berikanlah alasan yang tepat, misalnya karena kenaikan harga-harga bahan baku atau demi perbaikan layanan. Jangan menggunakan alasan yang tidak profesional seperti karena suami kamu baru terkena PHK atau anak perlu biaya untuk sekolah!

4. Berikan pilihan kepada pelanggan

Ketika menaikkan harga, coba tawarkan pilihan produk atau paket yang beragam. Dengan begitu, pelanggan yang tidak ingin membayar lebih bisa memilih opsi yang lebih terjangkau, sementara yang bersedia membayar lebih bisa menikmati produk atau layanan premium.

Misalnya. dalam usaha ayam geprek. Harga cabai melambung tinggi. Kamu harus menaikkan harga agar bisa mendapatkan keuntungan yang stabil. Kamu bisa buat beberapa paket. Paket A berisi ayam geprek+nasi+es teh, dengan harga yang naik. Paket B berisi ayam geprek+nasi, dengan harga tetap.

Baca Juga:

5. Bandingkan dengan kenaikan harga pesaing

Dalam bisnis yang sedang kamu jalani, tentunya produk yang beredar di pasaran akan bersaing dengan produk milik pesaing kamu. Hal ini bisa kamu jadikan sebagai bahan referensi ketika ingin menaikkan harga produk.

Kamu perlu mengamati bagaimana pesaing dalam menaikkan harga barang secara berkala. Kamu tidak perlu menyamakan harga produk setara dengan milik para pesaing.

Dalam menentukan harga yang akan dipakai, kamu bisa mematok harga jual sedikit di bawah pesaing. Bisa juga ditambah dengan tawaran menarik yang tidak bisa pelanggan dapatkan melalui pesaing kamu, misalnya seperti pembeli diberi voucer makan gratis setelah lima kali belanja. Dengan begitu, pelanggan akan tertarik untuk membeli dan mengonsumsi produk kamu.

Itulah beberapa cara menaikkan harga produk yang elegan dan profesional, dan tentunya tidak membuat kamu kehilangan banyak pelanggan. Jadi, jangan hanya sekedar ikut-ikutan menaikkan harga agar keuntungan bisa bertambah, namun perhatikan juga masa depan bisnis kamu. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: 3 Model Shrinkflation, Trik Mengurangi Isi Dengan Harga Yang Sama


Emperor