Dilarang Secara Global, Atap Asbes Masih Populer di Indonesia


Ilustrasi atap asbes

Sebuah rumah tentunya harus memiliki atap yang berguna untuk melindungi penghuninya dari beragam faktor misalnya cuaca, baik panas, hujan dan sebagainya. Atap yang kokoh merupakan syarat utama yang wajib terpenuhi, oleh sebab itu banyak jenis atap yang beredar di pasaran.

Terdapat beragam jenis dan bentuk atap bangunan, salah satunya adalah atap asbes. Atap asbes sering digunakan pada bangunan rumah, gudang, toko dan berbagai bangunan lainnya.

Asbes terkenal karena hemat biaya dan praktis sebagai atap bangunan, namun kini asbes menjadi bahan kontroversial dan dilarang oleh lebih dari 50 negara di seluruh dunia. Beberapa negara tersebut melarang penggunaan asbes karena berbahaya bagi kesehatan.

Fakta ini menimbulkan pertanyaan, mengapa jenis atap asbes masih populer digunakan di Indonesia terlepas dari bahaya yang ada? Kondisi ini dipengaruhi oleh beragam faktor mulai dari alasan ekonomis hingga kemudahan dalam mendapatkan bahan.

Mengapa atap asbes masih populer digunakan?

Asbes memang terkenal akan kemampuannya dalam menahan panas dan hujan, terutama di Indonesia yang memiliki curah hujan yang tinggi. Kondisi ini menjadi alasan mengapa sebagian besar kontruksi di Indonesia masih menggunakan jenis atap ini.

Selain hal diatas, alasan lainnya adalah karena sebagian besar pasokan asbes dunia berakhir di Asia, termasuk di Indonesia yang mana penggunaanya cukup umum. Dengan ketersediaan asbes yang melimpah sehingga masyarakat luas memiliki akses mendapatkan yang mudah.

Asbes juga dipandang sebagai bahan bangunan yang murah, praktis dan tahan lama. Dengan harga yang murah masyarakat umum memiliki kemampuan yang tinggi untuk membeli atap asbes. Selain itu sifatnya yang tahan lama menjadikan asbes tidak perlu sering diganti.

Baca Juga:

Mengapa atap asbes dilarang?

Menurut data terbaru dari International Ban Asbestos Secretariat (IBAS), hingga 2 Agustus 2023, terdapat 62 negara yang telah melarang penggunaan asbes secara penuh, baik untuk keperluan industri maupun non-industri.

Pelarangan asbes secara global telah didorong oleh berbagai organisasi internasional, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Buruh Internasional (ILO), dan Uni Eropa. Organisasi-organisasi ini telah menyatakan bahwa asbes merupakan bahan yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Atap asbes dilarang karena dalam jangka panjang berbahaya bagi kesehatan. Asbes sendiri merupakan mineral yang terdiri dari serat dan partikel sangat kecil sehingga dapat terhirup.

Saat serbuk asbes terhirup akan mengendap di paru-paru maka beresiko menyebabkan berbagai penyakit. Penyakit tersebut diantaranya asbestosis, kanker paru-paru, mesothelioma dan penyakit pernapasan lainnya.

Baca Juga:

Tips Mengurangi Resiko Bahaya Asbes

Sebenarnya penggunaan asbes dengan cara yang tepat dan penanganan yang hati-hati relatif aman digunakan. Pemasangan asbes yang sesuai prosedur yang tepat dapat mengurangi resiko bahaya yang ada.

Berikut beberapa tips untuk mengurangi resiko bahaya asbes:

  1. Hindari kontak dengan asbes yang rapuh atau rusak terutama serbuk asbes
  2. Kenakan sarung tangan dan masker saat bekerja dengan asbes
  3. Menyerahkan pekerjaan pemotongan dan pemasangan asbes pada ahlinya
  4. Menambahkan bahan bangunan paranet untuk mencegah tebaran serbuk asbes
  5. Rutin melakukan penggantian pada atap asbes yang lapuk/rusak

Atap asbes merupakan bahan bangunan yang murah dan tahan lama, tetapi berisiko menyebabkan penyakit pernapasan. Oleh karena itu, penggunaan atap asbes perlu dibatasi.

Di Indonesia sendiri penggunaan asbes cukup umum digunakan untuk berbagai bangunan. Selain kesadaran akan bahaya asbes masih kurang, juga karena harga murah, tahan lama dan mudah didapatkan.

Sebenarnya ada beragam bahan yang cukup aman untuk menggantikan atap asbes selain atap genteng yang juga populer digunakan. Bahan kontruksi tersebut contohnya adalah baja ringan, polikarbonat, spandek dan keramik.

Untuk kenyamanan dan keamanan keluarga maka bijaklah dalam memilih bahan kontruksi bangunan untuk hunian kita. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda dan keluarga!

Baca Juga: 5 Tips Mendesain Kamar Tidur Anak yang Nyaman

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Hero

One Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  1. What’s up Dear, are you genuinely visiting this website daily, if so after that you will absolutely take nice know-how.