Dear Ayah Bunda, Inilah 9 Penyebab Balita Rewel di Malam Hari


Mengasuh balita bisa dianggap gampang, namun bagaimana rasanya jika balita rewel di malam hari? Hal ini tentu bisa merepotkan. Apalagi kadang orang tua atau pengasuh tidak mengetahui apa penyebab balita rewel.

Balita yang rewel bisa disebabkan karena beberapa hal. Sebagai orang tua, seharusnya sudah bisa membaca apa saja penyebab balita rewel di malam hari. Berikut beberapa penyebab balita rewel di malam hari.

1. Balita sedang lapar atau haus

Penyebab balita rewel yang pertama dan paling umum adalah karena mereka lapar atau haus. Perut yang kosong membuat mereka merasa tidak nyaman dan langsung berujung pada rewel. Solusinya sederhana, cukupkan kebutuhan mereka dalam makan dan minum.

Baca Juga:

2. Anak sedang sakit

Jika balita sedang sakit, berikan banyak perhatian karena anak yang sakit memang membutuhkan perhatian lebih. Cari juga penyebab sakitnya. Kalau malam tiba-tiba rewel mungkin kaki atau tangan sakit karena digigit nyamuk, segera berikan obat begitu juga dengan gejala sakit yang lain seperti panas, batuk, dan lain sebagainya.

Jika anak masih saja rewel, orang tua dapat bercerita, memberikan pijitan lembut, agar anak merasa nyaman.

3. Anak sudah mengantuk atau lelah

Jika datang rewel pada jam-jam tidur anak, hal ini kemungkinan besar si balita sudah mengantuk. Balita membutuhkan banyak tidur. Jika mereka kurang tidur atau terlalu lelah, mereka cenderung lebih mudah rewel.

Pastikan jadwal tidur mereka teratur dan cukup. Tidur siang juga sangat penting untuk menjaga mood mereka tetap baik sepanjang hari.

4. Anak merasa tidak nyaman

Ketidaknyamanan seperti pakaian yang terlalu ketat, popok yang basah, ada nyamuk, atau suhu ruangan yang panas bisa membuat balita rewel. Orang tua harus memperhatikan hal-hal sekecil ini.

Balita juga bisa rewel jika berada di tempat yang baru atau asing baginya, seperti rumah nenek, penginapan, dan lain-lain. Jika balita rewel saat berada di tempat yang baru, mungkin anak merasa tidak nyaman atau cemas dengan suasana yang tidak seperti biasanya. Atasi kecemasan itu dengan memberikan kenyamanan seperti mengajak ngobrol atau alihkan ke hal lain misalnya melihat hal yang menaik buat anak.

Baca Juga:

5. Anak merasa bosan

Balita yang sehat biasanya membutuhkan variasi dalam bermain. Jika mereka bosan, mereka akan mencari perhatian dengan cara yang mereka tahu, termasuk dengan rewel.

Berikan mereka mainan edukatif atau ajak mereka bermain di luar rumah untuk memberikan variasi dalam aktivitas mereka.

6. Orang tua tidak paham dengan kemauan balita

Kadang-kadang balita rewel karena mereka kesulitan mengungkapkan apa yang mereka inginkan atau butuhkan, dan orang tua tidak paham apa yang mereka mau. Mereka mungkin frustasi karena tidak bisa mengomunikasikan keinginan mereka.

Cara mengatasi balita yang rewel seperti ini adalah dengan mengajarkan balita kata-kata sederhana atau menggunakan bahasa tubuh yang bisa membantu balita menyampaikan keinginan mereka.

7. Anak merasa cemas atau takut

Balita bisa merasa cemas atau takut akan banyak hal, dari kegelapan hingga suara keras. Rasa cemas dan takut pada balita adalah bagian normal dari perkembangan mereka. Seiring dengan perkembangan kognitif mereka, balita mulai memahami bahwa dunia di sekitar mereka tidak selalu aman.

Rasa takut pada balita tidak selalu datang karena gelap, atau ada makhluk tidak kasat mata. Rasa takut bisa datang dari pengalaman baru, seperti pergi ke tempat baru, bertemu orang baru, atau mengalami rutinitas baru, yang bisa menjadi sumber takut dan cemas.

Peluk dan beri mereka rasa aman saat mereka merasa takut. Pelukan dan belaian akan sangat membantu untuk mengurangi rasa cemas dan takut pada balita.

8. Lingkungan terlalu berisik

Terlalu banyak aktivitas atau suara yang berisik juga bisa membuat balita merasa tidak nyaman dan berujung rewel. Apalagi jika suara berisik datang pas jam tidur anak. Cobalah buat lingkungan sekitar menjadi tenang, seperti matikan TV, radio atau suara HP agar anak bisa kembali tenang.

Baca Juga:

9. Perubahan rutinitas

Anak balita sangat bergantung pada rutinitas. Perubahan kecil sekalipun bisa membuat mereka merasa tidak nyaman. Misalnya, sebelum jam tidur anak bermain dengan kakaknya. Karena kakaknya ada acara di sekolah, maka si kecil tidak punya teman bermain.

Kalau ada perubahan dalam jadwal atau lingkungan mereka, coba berikan penjelasan sederhana dan beri mereka waktu untuk beradaptasi.

Hal yang penting ketika mengatasi balita yang rewel, orang tua jangan bereaksi dengan memarahi atau bersikap tidak sabar. Biarkan si anak menyampaikan perasaan tidak enaknya untuk beberapa saat sampai akhirnya ia merasa puas. Memarahinya justru tidak akan menyelesaikan masalah karena emosi anak menyebabkan rewel anak bisa semakin menjadi-jadi.

Mengatasi balita yang rewel memang butuh kesabaran ekstra. Ingat, ini adalah fase yang akan berlalu. Dengan memahami penyebabnya dan memberikan respon yang tepat, kita bisa membantu mereka merasa lebih nyaman dan aman. Jadi, tetap semangat, ya!

Baca Juga: Dear Orang Tua, Inilah 3 Jenis Sekolah Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Novice