Dari Persiapan Lahan Hingga Masa Panen, Berikut Teknik Budidaya Tanaman Buah Naga


Budidaya Tanaman Buah Naga (badungkab.go.id)

Tanaman buah naga atau dragon fruit (Hylocereus undatus) merupakan jenis tanaman kaktus
yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan bagian Utara (Colombia).
Tanaman ini awalnya dipergunakan sebagai tanaman hias karena bentuknya unik, eksotik, dengan tampilan bunga dan buahnya yang cantik.

Buah naga sudah ada di Indonesia sejak tahun 1977. Saat itu masyarakat Indonesia belum mencoba untuk membudidayakannya sendiri, melainkan hasil impor dari Thailand. Kemudian Indonesia mulai mencoba untuk budidaya tanaman buah naga pertama kalinya di tahun 2000.

Peluang usaha budidaya buah naga sangat menjanjikan, selain untuk dikonsumsi, buah naga juga dipergunakan untuk produk kesehatan. Sebagai gambaran, walaupun luas areal buah naga terus meningkat, namun kebutuhan yang tinggi masih harus dipenuhi dengan impor.

Tertarik untuk budidaya tanaman buah naga? Berikut beberapa langkahnya!

Bagaimana cara budidaya tanaman buah naga?

Berikut beberapa langkah untuk membudidayakan tanaman buah naga.

1. Persiapan lahan untuk menanam buah naga

Langkah pertama adalah lahan dibersihkan dari semak dan pohon yang menghalangi sinar matahari langsung. Selain itu juga dibersihkan dari hama yang potensial terhadap buah naga seperti bekicot dan ulat daun.

Kemudian plotting untuk menyusun barisan tanaman dengan ketentuan jarak tanam 2 x 3 m. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm kemudian diisi dengan 10–20 l pasir untuk memudahkan dalam menegakkan tiang.

Baca Juga:

2. Persiapan tiang rambatan

Tiang rambatan tanaman buah naga dibuat dari beton dengan diameter 10–12 cm dan panjang total 200 cm, dengan acuan nantinya yang ditanam ialah 50 cm dan di atas permukaan 150
cm.

Bagian lingkaran ujung tiang juga dibuat dari beton agar lebih tahan lama. Tiang beton dipancang di bagian tengah lubang tanam yang telah diberi pasir. Kemudian di sekeliling tiang ditimbun tanah lagi sekitar setinggi 30 cm dari dasar lubang agar tiang dapat berdiri kokoh. Selanjutnya memasang roda cor di atas tiang untuk penahan cabang produktif buah naga.

3. Pelaksanaan penanaman

Pada lubang tanam yang tersisa kedalaman 20 cm diisi dengan pasir sebanyak 20–30 kg dan tanah secukupnya sampai permukaan tanah membentuk kenongan setinggi 10–15 cm.

Sebanyak empat benih buah naga dari stek ditanam di sekeliling tiang dengan jarak 5–10 cm dari tiang dengan kedalaman 5–10 cm. Benih yang sudah ditanam kemudian ditimbun dengan 5 kg
pupuk organik per tiang.

Cara merawat tanaman buah naga

Pemeliharaan meliputi pengikatan batang ke tiang, pemangkasan, pengairan (penyiraman), penyiangan, pengendalian hama/penyakit, dan pemupukan.

1. Pengikatan tanaman pada tiang beton

Pengikatan tanaman pada tiang beton dilakukan pertama kali langsung pada saat tanam. Kemudian setiap kali tumbuh ruas baru atau bila batang bertambah sekitar 40–50 cm agar tidak
menjuntai dan patah. Hal ini biasanya terjadi sekitar 3–4 minggu sekali.

2. Pengairan

Pengairan dengan cara penyiraman dilakukan setiap 2 hari pada pagi atau sore hari bila tidak turun hujan.

3. Pengendalian hama/penyakit

Membersihkan rumput dan hama seperti ulat dan bekicot dilaksanakan secara manual. Hama kutu putih dan cendawan disemprot dengan biopestisida berbahan dasar rendaman air tembakau.

Pada saat membuat benih, stek dicelup dalam larutan air kapur untuk mencegah busuk pangkal stek.

4. Pemangkasan

Pemangkasan dilaksanakan dengan dua tujuan, yaitu pemangkasan pembentukan tanaman dan pemangkasan pemeliharaan. Pemangkasan pembentukan tanaman dilakukan seawal mungkin dengan menjaga agar batang utama hanya terdiri atas satu batang dengan cara memangkas setiap ruas yang bercabang. Setelah batang tunggal mencapai ketinggian melewati roda beton kemudian dilakukan pemangkasan untuk merangsang terbentuknya tunas produktif ke arah samping.

Pemangkasan pemeliharaan dilakukan untuk menjaga agar tajuk tanaman tersusun melingkar dan cabang tidak terlalu panjang. Cabang-cabang yang abnormal dan sakit dipotong kemudian ditimbun dalam tanah.

5. Pemupukan

Pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali setahun, yaitu pada saat tanam, dan diulangi setiap 4 bulan sekali. Pada tanaman produktif pemupukan dilakukan setelah musim panen dan diulang setiap 4 bulan berikutnya. Dosis pupuk organik yang diberikan sebanyak 5 kg per tiang setiap kali pemberian. Pupuk pertama setelah musim panen ditambahkan 200 g kapur pertanian.

Baca Juga:

Proses pemanenan buah naga

Untuk pemanenan pertama waktu yang digunakan biasanya 11 bulan dan buah yang diambil pertanaman hanya 2 saja. Kriteria buah yang dipanen yaitu yang mempunyai tanda-tanda buah yang yang warna kulitnya sudah menjadi merah tua atau merah mengkilap, mahkota bunga sudah mengerut atau mengecil dan jumbai buah sudah berubah menjadi kemerahan.

Jika sudah mengetahui ciri-ciri buah yang telah masak panen langkah selanjutnya yaitu pemetikan buah. Pemetikan buah ini ada cara atau teknik agar tidak merusak buah dan pilar.

Sumber:

  • Renasari, Novita. 2010. Budidaya Tanaman Buah Naga Super Red di Wana Bekti Handayani. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
  • Santoso, PJ. 2013. Budidaya Buah Naga Organik di Pekarangan Berdasarkan Pengalaman Petani di Kabupaten Malang. BPTBT Sumbar. Solok

Baca Juga: 2 Cara Menanam Anggrek Epifit Yang Baik, Subur dan Cepat Berbunga!

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Novice