Siapa yang saat ini masih belum mengenal istilah self harm?ย Jika Anda salah satu orang yang belum mengetahui arti dari self harm, maka self harm adalah suatu tindakan yang mendorong diri untuk melakukan sesuatu, baik itu merusak atau melukai yang bisa merugikan diri sendiri.ย
Self harmย rentan sekali terjadi di kalangan remaja atau di saat seseorang beranjak dewasa. Perlu diketahui, bahwa orang yang melakukan hal tersebut cenderung menutupi gerak dan tingkah lakunya itu. Tidak terbuka kepada siapa pun, apalagi hanya sekedar untuk hal-hal yang terkait.ย
Self harm adalah cara yang dilakukan para penderitanya untuk meluapkanย perasaan yang sedang dihadapinya. Baik perasaan kesal, marah, stres, depresi, dan bahkan emosi-emosi lainnya yang ada di dalam benaknya. Tujuan penderita melakukan hal tersebut adalah mencari kepuasan, lega dan ketenanganย bagi dirinya sendiri.ย
Hal umum yang biasanya dilakukan oleh penderitanya adalah memotong, menggores, menyayat atau melukai satu bagian tubuh dengan benda tajam. Baik potongan kaca, silet, atau pisau. Tangan adalah bagian tubuh yang umumnya digunakan untuk meluapkan rasa frustasinya.ย Inilah dampak buruk jangka panjang Self Harm, disimak ya!
1. Menimbulkan Perasaan Malu, Jijik, dan Rasa Bersalah
Penderita cenderung merasa malu, jijik, dan selalu menyalahkan diri sendiri. Hal ini dilakukan karena mereka mengingat kesalahan kesalahan yang pernah terjadi dalam hidupnya. Misalnya perasaan tidak berguna, sehingga dirinya menganggap layak tubuhnyaย untuk dilukai.ย
Bagi pelaku sendiri, perilaku ini kerap disertai dengan alasan yang sifatnya sangat pribadi, merasa tidak berdaya, ingin mati tetapi masih takut mati sebenarnya, merasa puas dan menikmati rasa sakitnya seolah sakit hati yang dirasakan dipindahkan pada sakitnya fisik.
Baca Juga: Merasa Stres? Coba ikuti 5 Cara Mengurangi Stres Berikut!
2. Saraf Terganggu
Menyayat diri sendiri dengan benda tajam tentu sangat berisiko. Merekaย terpuaskan dengan tindakannya tersebut. Namun dampaknya berbahaya bagi tubuhnya. Selain membuat cedera pada tubuh, cedera dapat terjadi pada saraf, tendon, pembuluh darah, dan otot. Tidak hanya itu, merekaย bisa kehilangan anggota badan, kerusakan organ, infeksi, keracunan yang berdampak pada kematian.ย
Baca Juga: 3 Penyebab Skizofrenia yang Wajib Anda Ketahui
3. Harga Diri dan Citra Diri yang Memburuk
Cara pandang orang-orang sekitar terhadap penderita Self harm tentulah negatif. Mereka belum bisa memahami betapa bahayanya kondisi pelaku self harm. Masyarakatย hanya dapat mengkritik atau mencela penderita. Mereka masih belum memahami bahwa self harm pun adalah bagian dari penyakit mental. Jika penderita diketahui memiliki penyakit tersebut, sayangnya masih banyak yang mencemooh atau menggunjingkan.
Setiap orang yang melakukanย self harmย pasti akan kecanduan. Mereka menganggap setelah melakukanย self harm, dirinya merasa puas, lega, tenang, dan sedikit lebih baik dari sebelumnya. Namun perasaan tersebut hanyalah sementara karena setelahย self harm, akan timbul perasaan bersalah pada dirinya sendiri.
Melukai diri sendiri atauย self-harmย kerap kali dapat menjerumuskan pelakunya kepada hal yang lebih buruk, bahkan hingga kematian. Mengidentifikasi perilaku ini sejak awal dapat membantu mencegah bahaya yang mungkin terjadi.
Itulah dampak buruk self harm yang perlu Anda ketahui. Jika di sekeliling Anda atau bahkan keluarga ada penderita self harm, maka rangkul dia dan ajak dia untuk tidak melakukannya lagi.
Baca Juga: Gangguan Mental Pada Remaja Yang Wajib Diketahui
BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.



Komentar