3 Dampak Buruk Self Harm, Cegah Sebelum Terlambat!

Dampak self harm dari rasa malu, jijik, dan rasa bersalah, hingga harga diri dan citra yang memburuk


Ilustrasi self harm (pixabay.com/Emily_WillsPhotography)

Siapa yang saat ini masih belum mengenal istilah self harm? Jika Anda salah satu orang yang belum mengetahui arti dari self harm, maka self harm adalah suatu tindakan yang mendorong diri untuk melakukan sesuatu, baik itu merusak atau melukai yang bisa merugikan diri sendiri. 

Self harm rentan sekali terjadi di kalangan remaja atau di saat seseorang beranjak dewasa. Perlu diketahui, bahwa orang yang melakukan hal tersebut cenderung menutupi gerak dan tingkah lakunya itu. Tidak terbuka kepada siapa pun, apalagi hanya sekedar untuk hal-hal yang terkait. 

Self harm adalah cara yang dilakukan para penderitanya untuk meluapkan  perasaan yang sedang dihadapinya. Baik perasaan kesal, marah, stres, depresi, dan bahkan emosi-emosi lainnya yang ada di dalam benaknya. Tujuan penderita melakukan hal tersebut adalah mencari kepuasan, lega dan ketenangan  bagi dirinya sendiri. 

Hal umum yang biasanya dilakukan oleh penderitanya adalah memotong, menggores, menyayat atau melukai satu bagian tubuh dengan benda tajam. Baik potongan kaca, silet, atau pisau. Tangan adalah bagian tubuh yang umumnya digunakan untuk meluapkan rasa frustasinya. Inilah dampak buruk jangka panjang Self Harm, disimak ya!

1. Menimbulkan Perasaan Malu, Jijik, dan Rasa Bersalah

Penderita cenderung merasa malu, jijik, dan selalu menyalahkan diri sendiri. Hal ini dilakukan karena mereka mengingat kesalahan kesalahan yang pernah terjadi dalam hidupnya. Misalnya perasaan tidak berguna, sehingga dirinya menganggap layak tubuhnya  untuk dilukai. 

Bagi pelaku sendiri, perilaku ini kerap disertai dengan alasan yang sifatnya sangat pribadi, merasa tidak berdaya, ingin mati tetapi masih takut mati sebenarnya, merasa puas dan menikmati rasa sakitnya seolah sakit hati yang dirasakan dipindahkan pada sakitnya fisik.

Baca Juga: Merasa Stres? Coba ikuti 5 Cara Mengurangi Stres Berikut!

2. Saraf Terganggu

Menyayat diri sendiri dengan benda tajam tentu sangat berisiko. Mereka  terpuaskan dengan tindakannya tersebut. Namun dampaknya berbahaya bagi tubuhnya. Selain membuat cedera pada tubuh, cedera dapat terjadi pada saraf, tendon, pembuluh darah, dan otot. Tidak hanya itu, mereka  bisa kehilangan anggota badan, kerusakan organ, infeksi, keracunan yang berdampak pada kematian. 

Baca Juga: 3 Penyebab Skizofrenia yang Wajib Anda Ketahui

3. Harga Diri dan Citra Diri yang Memburuk

Cara pandang orang-orang sekitar terhadap penderita Self harm tentulah negatif. Mereka belum bisa memahami betapa bahayanya kondisi pelaku self harm. Masyarakat  hanya dapat mengkritik atau mencela penderita. Mereka masih belum memahami bahwa self harm pun adalah bagian dari penyakit mental. Jika penderita diketahui memiliki penyakit tersebut, sayangnya masih banyak yang mencemooh atau menggunjingkan.

Setiap orang yang melakukan self harm pasti akan kecanduan. Mereka menganggap setelah melakukan self harm, dirinya merasa puas, lega, tenang, dan sedikit lebih baik dari sebelumnya. Namun perasaan tersebut hanyalah sementara karena setelah self harm, akan timbul perasaan bersalah pada dirinya sendiri.

Melukai diri sendiri atau self-harm kerap kali dapat menjerumuskan pelakunya kepada hal yang lebih buruk, bahkan hingga kematian. Mengidentifikasi perilaku ini sejak awal dapat membantu mencegah bahaya yang mungkin terjadi.

Itulah dampak buruk self harm yang perlu Anda ketahui. Jika di sekeliling Anda atau bahkan keluarga ada penderita self harm, maka rangkul dia dan ajak dia untuk tidak melakukannya lagi.

Baca Juga: Gangguan Mental Pada Remaja Yang Wajib Diketahui

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.

 


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *