Ciri-Ciri, Unsur, dan Cara Membuat Puisi


Ilustrasi menulis puisi (pixabay.com/ IqbalStock)

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang diungkapkan dengan menggunakan bahasa yang padat, indah, dan kaya makna. Artinya ia dibentuk oleh kata-kata yang benar-benar terpilih, terseleksi, atau melalui sensor yang ketat.

Puisi merupakan hasil ungkapan perasaan penyair yang dituangkan melalui kata-kata/bahasa yang sengaja dipilih penyair untuk mewakili perasaannya. Menurut Riffaterre (Pradopo, 1987: 12-13) puisi itu menyatakan sesuatu secara tak langsung, yaitu mengatakan sesuatu hal dengan arti yang lain.

Dari pengertian di atas, layaklah kalau pembaca sering mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan sebuah puisi. Sebab puisi adalah dunia kata-kata yang karakternya berbeda dibandingkan dengan karakter kata dalam tulisan-tulisan yang lain.

Ciri-ciri Puisi 

  • Puisi berisikan ungkapan pikiran dan perasaan penyair yang berdasarkan pengalaman dan bersifat imajinatif.
  • Dalam puisi terdapat pemadatan segala unsur kekuatan bahasa.
  • Dalam penyusunannya, unsur-unsur bahasa itu dirapikan, diperbagus, dan diatur sebaik-baiknya dengan memperhatikan irama dan bunyi.
  • Bahasa yang digunakan bersifat konotatif.
  • Puisi dibangun oleh struktur fisik (tipografi, diksi, majas, rima, dan irama) serta struktur batin (tema, amanat, perasaan, nada, dan suasana)

Baca Juga:

Struktur Puisi

Menurut Herman J. Waluyo dalam bukunya Teori dan Apresiasi Puisi (1995), secara garis besar, unsur atau struktur puisi terbagi dalam dua macam, yaitu struktur fisik dan struktur batin.

Struktur Fisik

Struktur fisik merupakan unsur-unsur yang langsung tampak pada fisik puisi. Struktur fisik ini meliputi:

  1. Diksi (pilihan kata). Dalam menulis puisi, penyair harus cermat dalam memilih dan mempertimbangkan kata-kata yang akan dipakainya dalam puisi agar mampu mewakili suasana, perasaan, serta keindahan puisinya.
  2. Majas yaitu gaya bahasa. Dalam menyampaikan ide dalam puisinya sering kali pengarang menggunakan kiasan, yakni tidak secara langsung mengungkapkan makna.
  3. Rima/ritme yaitu pengulangan bunyi pada puisi yang berfungsi untuk musikalitas atau orkestrasi yang dapat mendukung makna puisi.
  4. Tipografi yaitu tata wajah atau tata letak kata-kata, baris-baris, serta bait-bait dalam sebuah puisi. Tipografi dipandang penting agar tidak menggeser makna dari kata-kata dalam puisi. Hal ini sangat jelas pada puisi kontemporer
  5. Citraan atau pengimajian. Untuk memancing imajinasi pembaca maka penyair sering menggunakan kata atau susunan kata yang mengungkapkan pengalaman imajinasi.

Struktur Batin

Struktur batin yaitu unsur-unsur yang tidak langsung tampak pada fisik puisi, artinya harus digali dari fisik puisi tersebut. Struktur batin meliputi:

  1. Tema, yaitu ide atau gagasan dasar atau pokok persoalan yang terdapat dalam sebuah puisi. Tema tersirat dalam keseluruhan isi puisi.
  2. Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair melalui sebuah puisi. Pesan-pesan tersebut biasanya dihadirkan dalam ungkapan yang tersembunyi.
  3. Perasaan, yaitu hal yang diekspresikan penyair dalam puisinya tersebut, mengingat bahwa puisi merupakan karya sastra yang paling mewakili ekspresi perasaan penyair.
  4. Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembaca melalui sebuah puisi. Nada ini bisa menyindir, menggurui, menasihati, atau hanya bercerita, dan sebagainya.
  5. Suasana, yaitu keadan jiwa pembaca setelah membaca puisi atau akibat psikologis yang dialami oleh pembaca. Misalnya sedih, terharu, gembira, dan sebagainya.

Langkah atau cara membuat puisi

Setiap penyair biasanya mempunyai langkah atau cara membuat puisi yang berbeda dari penyair lainnya. Namun gambaran secara umum cara membuat puisi sebagai berikut.

1. Menentukan tema

Penentuan/pencarian ide untuk menulis sebuah puisi merupakan tahap persiapan dan usaha. Ketika hati seseorang tergerak untuk menulis puisi maka ia harus berusaha mencari ide yang akan dituangkan dalam puisinya.

Yang namanya ide selalu datang dengan tiba-tiba. Ide ini dapat berkaitan dengan masalah sosial, keagamaan, kesedihan, dan lain-lain. Bagi orang yang sudah terbiasa menulis puisi, ide yang akan ditulis dalam puisi biasanya muncul secara tiba-tiba ketika melihat atau mengamati lingkungan sekitarnya.

Ide puisi dapat juga dicari secara sengaja dari lingkungan sekitar kita, terutama bagi mereka yang baru berlatih. Informasi dan pengalamanpun harus dikumpulkan untuk menguatkan ide yang ditemukan.

2. Proses merenung dan mengendapkan ide

Setelah ide diperoleh, penulis harus berjuang untuk mewujudkannya dalam bentuk puisi. Pada tahap ini, penulis memerlukan perenungan untuk mengolah dan memperkaya ide yang didapat dengan pengalaman batin. Misalnya, untuk menulis puisi anak penjual koran, kamu dapat merenung bagaimana jika kamu yang menjadi penjual koran itu.

3. Mewujudkan ide menjadi puisi

Untuk mewujudkan ide menjadi sebuah puisi dibutuhkan keterampilan berbahasa karena bahasalah yang Anda gunakan sebagai media ekspresi. Kamu harus bergelut dan bergulat dengan kata-kata.

Kreativitas kamu untuk memilih diksi dan majas ditantang pada tahap ini. Kamu harus mampu menemukan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan puisi kamu. Keindahan puisi kamu dapat terlihat dari tepat tidaknya kamu memilih, menjalin, dan menggunakan kata-kata pada tempatnya yang wajar.

Semakin sering kamu menulis puisi, kamu akan semakin terampil mengekspresikan puisi dalam bahasa yang indah (estetis).

Contoh pilihan kata dan majas:

  • pita hitam (belasungkawa)
  • dewi malam (bulan)
  • aku ini binatang jalang (orang yang bebas, tidak mau terikat)
  • mau hidup seribu tahun lagi (tak ingin mati)

Baca Juga:

4. Mengevaluasi hasil tulisan

Setelah kamu selesai menulis puisi, kamu dapat melakukan penilaian secara kritis terhadap puisi yang telah kamu buat. Bila perlu, puisi tersebut dapat dimodifikasi, direvisi, ditambah, atau dihilangkan bagian-bagian yang tidak sesuai.

Evaluasi juga dapat dilakukan dengan membandingkan puisi Anda dengan puisi orang lain. Selain itu juga mendiskusikan puisi kamu dengan orang lain untuk mendapatkan masukan bagi penyempurnaan karya tersebut.

Membaca langkah atau cara membuat puisi di atas, tampaknya bukan hal sulit untuk membuat sebuah puisi. Jangan ragu untuk memulai. Yang penting sebagai penulis pemula kamu dapat membangun sebuah makna yang utuh dalam puisi yang kamu buat. Selamat mencoba.

Baca Juga: 8 Tips Menulis Novel Online, Cara Terbaik Dapatkan Cuan Dari Tulisanmu!

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Novice