Baru Diresmikan Elon Musk, Berikut 3 Fakta dan Cara Pesan Paket Internet Starlink


Ilustrasi jangkauan Starlink

Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX, baru saja meresmikan layanan internet Starlink di Indonesia. Layanan ini menggunakan satelit luar angkasa yang mengorbit rendah untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi di daerah terpencil.

Cara Kerjanya, jaringan internet Starlink mengirimkan jaringan broadband ke bumi melalui satelit. Jaringan tersebut ditangkap oleh antena Starlink Base yang dipasang di sekitar rumah pengguna. Saat antena dinyalakan, antena akan memindai jaringan dari satelit terdekat.

Jadi, secara sederhana, Starlink menggunakan satelit yang mengorbit rendah untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi di daerah terpencil dan terhubung dengan antena di permukaan Bumi.

Baca Juga:

Indonesia, dengan lebih dari 17.000 pulau, selama ini menghadapi tantangan besar dalam menyediakan akses internet yang merata. Sebagian dari wilayah-wilayah terpencil di Indonesia belum dapat dialiri listrik dan juga akses internet.

Berikut beberapa fakta dari jaringan  internet Starlink yang sudah diresmikan untuk beroperasi di Indonesia.

1. Kecepatan data yang luar biasa

Starlink menggunakan satelit LEO (Low Earth Orbit) yang memiliki latensi rendah, sehingga data dapat disalurkan lebih cepat daripada layanan internet konvensional. Kecepatan transmisi data bahkan melebihi yang dijanjikan, mencapai hingga 222 Mbps.

Pengguna Starlink melaporkan kecepatan unduhan yang mengesankan, bahkan di daerah terpencil. Streaming video, bermain game online, dan bekerja dari rumah menjadi lebih lancar berkat Starlink.

2. Pemasangan cukup mudah

Terminal Starlink praktis dan mudah dipasang. Dengan antena persegi berukuran 30,5 cm, pengguna dapat menghubungkannya ke router WiFi dan mulai menikmati layanan internet.

Antena terminal Starlink, yang mudah dipasang, berukuran kecil dan dapat ditempatkan di atap rumah.

3. Tahan Terhadap berbagai kondisi cuaca

Starlink memiliki fitur ketahanan terhadap cuaca, memastikan koneksi yang stabil bahkan dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Starlink dapat beroperasi dalam rentang suhu yang sangat luas, dari -30°C hingga 50°C, berarti Starlink dapat stabil di kondisi wilayah yang bersalju atau beku.

Starlink menggunakan teknologi phased array pada antenanya, yang memungkinkan untuk penyesuaian dinamis dan pemeliharaan koneksi yang stabil. Selain itu, frekuensi yang digunakan oleh satelit Starlink, yaitu band Ku, Ka, dan V, yang dirancang untuk meminimalkan gangguan dan mempertahankan kualitas sinyal yang baik ketika hujan.

4. Mampu menembus wilayah terpencil di Indonesia

Starlink hadir untuk membantu permasalahan di sektor kesehatan, pendidikan, dan kelautan di daerah terpencil. Layanan ini memperluas akses internet yang sebelumnya sulit dijangkau.

Starlink hadir untuk mengatasi tantangan konektivitas di daerah terpencil dan wilayah yang belum terjangkau oleh infrastruktur internet konvensional. Diharapkan dengan adanya Starlink, akses internet global semakin mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Baca Juga:

Cara pesan paket langganan internet Starlink

Untuk dapat memesan perangkat VSAT serta paket langganan internet dari Starlink, masyarakat bisa langsung melakukan pemesanan lewat situs web Starlink.com.

Setelah memilih paket yang diinginkan, pelanggan nantinya diarahkan ke halaman pendaftaran dan diwajibkan mengisi informasi kontak, alamat pengiriman, dan informasi penagihan. Untuk informasi penagihan saat ini terbatas untuk pembayaran menggunakan kartu kredit dan debit online.

Hal itu diperlukan untuk pengiriman perangkat VSAT dan tentunya untuk melakukan penagihan biaya langganan layanan.

Baca Juga:  6 Langkah Sederhana Menjaga Keamanan Data Digital


Explorer