7 Langkah Budidaya Ikan Lele Praktis dan Sederhana, Tiga Bulan Sudah Panen!


Budidaya ikan lele (pixabay,com/DEZALB)

Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan.

Selain rasanya yang lezat, kandungan gizi yang terdapat dalam ikan lele juga sangat bagus untuk kesehatan. Hal inilah yang menjadikan ikan lele menjadi pilihan konsumsi favorit banyak orang.

Budidaya ikan lele relatif mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Buat anda yang punya niat budidaya lele, tidak usah bingung. Bisa dikatakan, bisnis perikanan yang paling mudah dijalankan adalah bisnis budidaya ikan lele.

Berikt langkah-langkah yang harus anda persiapkan untuk memulai budidaya ikan lele agar sukses.

1. Persiapkan kolam budidaya ikan lele

Kolam adalah faktor penting, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pembuatan kolam sebelum siap untuk dimasukkan bibit ikan. Ada 3 jenis model kolam yang dapat dijadikan sebagai tempat pembudidayaan ikan lele, yang pertama adalah kolam terpal, lalu ada kolam tembok, ada kolam tanah dan yang terkakhir ada kolam boster yang bentuknya bulat, terbuat dari fiber.

Jumlah ideal lele untuk kolam ukuran tersebut (3×4 meter) adalah minimal 2400 ekor dan maksimal 4800 ekor.

Saat membuat kolam, perlu diperhatikan kedalaman kolam terutama pada ujung sudut atau bagian tertentu yang kedalamannya lebih dalam daripada lantai lainnya. Untuk tinggi kolam yang ideal untuk lele adalah 1 sampai 1,5 meter.

Ikan lele adalah hewan yang tidak bisa lama lama terkena matahari langsung. Maka dari itu sering kita lihat lele lebih suka ditempat tempat yang airnya keruh.  Sinar matahari yang terus menerus menembus kulit ikan lele, sangat tidak baik untuk kesehatannya.

Setelah kolam siap, sekarang adalah waktu pemberian kapur pada kolam, dan pupuk yang bertujuan untuk menciptakan plangton baru untuk makanan bibit lele. Kapan waktunya? Untuk pemberian kapur, 7 hari sebelum kolam lele dimasukkan bibit ikan.

Untuk pemberian pupuk bisa dilakukan setelahnya bisa 2 sampai 3 hari setelah pemberian kapur. Selain menjadi bahan pembentukan plankton, pupuk dan kapur membuat air kolam bisa cepat keruh. Lele suka dengan kondisi air yang keruh.

Baca Juga:

2. Menyiapkan bibit ikan lele

Sebelum memutuskan untuk memulai budidaya ikan lele, sebaiknya anda memilih jenis lele apa yang ingin dibudidayakan. Berikut ini adalah daftar nama nama lele yang bisa dibudidayakan secara mandiri:

  • Ikan lele lokal
  • Ikan lele dumbo
  • Ikan lele sangkuriang
  • Lele Arab
  • Ikan lele phyton

Bibit ikan lele yang bagus mempunyai kriteria sebagai berikut;

  • Gerakan lincah
  • Warna hitam
  • Tidak terkena penyakit

Tanyakan sejelas jelasnya pada penjual bibit ikan, agar nanti saat proses pembesaran, kita sudah mengetahui apa yang harus dilakukan.

3. Penyebaran bibit Ikan lele

Untuk penyebaran bibit, debit air di usahakan tidak lebih dari 40 cm. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan peternak memantau ikan, dan memantau perubahan suhu pada air dangkal lebih cepat. Juga untuk memudahkan bibit ikan lele bisa beradaptasi dengan lingkungan dengan cepat.

Pengisian air hingga penuh, sekita 70 cm dilakukan setelah lele sudah memiliki panjang tubuh sekitar 8-10 cm

4. Pemberian pakan ikan lele

Untuk memberi pakan ikan lele, biasanya dapat dilakukan 3x sehari atau 2x sehari, tergantung pada keinginan peternak lele. Namun porsinya sama saja, jangan dikurang atau ditambah. Untuk 1 ekor ikan lele dewasa membutuhkan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Untuk waktu yang tapat saat pemberian pakan adalah pagi hari dan sore menjelang malam hari.

Pemberian vitamin juga harus dilakukan, fungsinya agar lele selalu sehat dan tidak mudah stres. Bila lele sehat dan tidak stres maka pertumbuhannya akan lebih cepat.

5. Mengganti air kolam

Untuk penggantian air bisa dilakukan 2 bulan sekali, atau setiap pasca panen. Hal ini bertujuan agar tidak menimbulkan penyakit pada kolam, karena kolam yang bau biasanya mengundang banyak penyakit yang tidak baik untuk kesehatan ikan lele.

Bagaimana cara menganti air kolam ikan lele? Buang setengah dari air kolam lalu isi kembali dengan air bersih. Pastikan anda membuang air kolam dengan menggunakan lobang yang terletak pada dasar kolam yang dalam. Hal ini untuk membuang kotoran kotoran ikan yang mengakibatkan bau.

6. Pengendalian hama pada kolam

Hama ikan lele seperti biawak, musang, burung, kucing, ular dan sebagainya. Perlu diperhatikan, sangat sulit untuk mengidentifikasi hama pada kolam tanah. Sebaiknya setelah memulai budidaya ikan lele, anda bisa membuat jaring keliling jikaa anda menggunakan jenis kolam tanah.

Baca Juga:

7. Panen ikan lele

Masa panen lele yang paling bagus, ketika bobot lele sekitar 80 sampai 100 gram per ekor, ini untuk lele lokal. Untuk jenis lele lain ukurannya berbeda beda. Biasanya umur pembudidayaan ikan lele membutuhkan waktu 3 bulan atau sekitar 90 hari.

Agar mendapatkan harga terbaik, jangan beri makan lele sebelum sehari panen. Artinya biarkan ikan lele memakan apa yang ada dalam kolam dulu, hal ini bertujuan untuk memudahkan sortasi ikan lele untuk mendapatkan harga yang termahal.

Begitulah teknik budidaya ikan lele secara praktis dan sederhana. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Dari Persiapan Lahan Hingga Masa Panen, Berikut Teknik Budidaya Tanaman Buah Naga


Legend