7 Bahaya Silent Treatment, Penyiksaan Emosional Yang Tidak Kita Sadari!

Sikap Silent Treatment tidak baik, melakukannya sangat mudah, tapi dampaknya tidak akan hilang dengan cara yang murah.


Ilustrasi silent treatment

Halo, hari ini seperti biasa, saya membawa bahasan yang sedikit berat, kenapa dikatakan berat, karena banyak orang yang melakukannya, tapi tak sadar jika itu dapat menyebabkan orang lain merasa dihempaskan.

Lalu, saya mau bahas apa tuh, kok kayak berat gitu?

Saya, hari ini mau bahas silent treatment. Hayo, pasti kalian sering melakukannya, bukan? Tahu tidak, jika sikap ini sangat berbahaya bagi yang menerimanya?

Saya paham, silent treatment sering menjadi pilihan untuk “menghukum” seseorang atau kelompok orang yang melakukan kesalahan karena lebih mudah dilakukan, tapi tidak semua hal harus disikapi dengan silent treatment loh, karena sikap ini sangat berbahaya bagi si penerima.

Kemudian, silent treatment itu apa sih? Silent treatment adalah sebuah bentuk penyiksaan emosional yang diterapkan oleh seseorang kepada orang lain dengan cara menghindari atau menolak untuk berbicara atau berkomunikasi dengan orang itu, dengan kata lain mendiamkan seseorang atas kesalahan yang dia perbuat.

Pertama kali saya tercetus harus membahas ini karena saya khawatir pada sebagian orangtua yang melakukan sikap ini terhadap anaknya, mungkin itu cara paling mudah, saya paham, tapi ini sangat berbahaya bagi perkembangan emosional anak-anak, dan lebih umumnya bagi si penerima.

Silent treatment dapat menyebabkan perasaan yang sangat negatif bagi si penerima. Nah, di bawah ini saya akan coba terangkan apa saja bahaya dari silent treatment, simak!

Beberapa bahaya dari silent treatment di antaranya sebagai berikut:

1. Merasa tidak diinginkan

Wah, pernahkah kalian menerima silent treatment dan kemudian perasaan kalian menjadi tak karuan, merasa tidak diinginkan? Inilah salah satu bahaya dari silent treatment, mereka yang menerimanya akan merasakan perasaan tidak diinginkan, membuat mereka merasakan penyesalan yang mendalam dalam diri mereka.

Mereka akan terus merasa tidak diinginkan, itu baru satu kali mendapat perlakuan seperti ini, bagaimana jika seterusnya? Pasti berdampak lebih besar lagi, maka dari itu, mulai sekarang lebih baik komunikasikan, daripada hanya diam dan tidak menyelesaikan apa-apa.

2. Merasa ditinggalkan

Silent treatment memberi pengaruh pada si penerima bahwa dirinya merasa ditinggalkan, dan cenderung menjadi lebih pendiam dan tidak komunikatif, karena mereka merasa ketakutan dengan reaksi yang akan didapat, takut mendapat perlakuan yang sama.

Mereka yang mendapat silent treatment, merasa dirinya diabaikan, dan itu akan merusak kestabilan emosi pada si penerima. Bagi yang melakukannya mungkin itu hanya bentuk sementara saja, tapi bagi si penerima dampaknya akan membekas, ia akan merasa hancur dan tertekan berkepanjangan.

3. Merasa tidak berharga

Pernahkah kita sadari, jika silent treatment yang kita lakukan dengan sembarangan, itu akan menimbulkan si penerima merasa tidak berharga dan merasa terbuang, sehingga mereka lebih memilih mengikuti apa yang kita arahkan tanpa mengekspresikan keinginannya sendiri, jika sudah merasa seperti ini, orang tersebut tidak akan berkembang, mereka akan tetap di jalan itu-itu saja.

Maka dari itu, ada baiknya kita menghargai mereka, dan tetap berkomunikasi dengan mereka, sikap ini tidak baik, melakukannya sangat mudah, tapi dampaknya tidak akan hilang dengan cara yang murah.

Baca Juga: 5 Langkah Mengembangkan Kemampuan Emosional Anak

4. Depresi

Sepertinya kita terlalu egois, karena memilih silent treatment untuk “menghukum” mereka yang sudah melakukan sesuatu yang tidak membuat kita puas, atau melakukan kesalahan. Padahal pada sebagian orang, sikap ini bisa menjadikan mereka terus mengemban perasaan negatif dalam dirinya, yang mana itu akan membuat si penerima merasa depresi.

Seperti kita tau, depresi seorang manusia itu sangat berbahaya bagi kesehatan mental maupun fisiknya, maka dari itu, mulai sekarang, coba perhatikan lagi, apakah sikap kita itu sudah tepat atau belum. Dibandingkan “menghukum” mereka dengan silent treatment, lebih baik kita bicarakan dan diskusikan apa yang menjadi akar permasalahannya, bicarakan baik-baik, karena dengan hanya diam, masalah tidak akan terselesaikan, hanya akan menimbulkan masalah lainnya yang tidak kita sangka-sangka.

5. Kecemasan

Bagi sebagian orang yang menerima perlakuan silent treatment, kesehariannya akan dirundung kecemasan karena mereka merasa tidak dapat mengatasi masalah yang muncul dalam hubungan mereka.

Bagi si pelaku mungkin mereka tidak peduli dengan dampak yang akan terjadi, tapi tentu sebagai manusia yang butuh pertolongan manusia lainnya, hal ini harus dihindari, karena menyebabkan orang lain tersiksa dengan keegoisan kita, itu sungguh tidak baik.

Daripada melakukan silent treatment, bukankah lebih baik mengajari mereka tentang apa yang tidak mereka ketahui? Memberi tahu secara baik-baik dan menyelesaikan masalah, itu jauh lebih dihargai dan dibutuhkan.

6. Masalah kesehatan mental

Setelah si penerima tidak bisa mengatasi kesalahan mereka, karena kita sibuk “menghukum” mereka dengan cara egois. Si penerima akan terlalu merasa membenci dirinya sendiri, juga merasa tertekan dan terintimidasi, sehingga dapat menyebabkan kesehatan mental lainnya yang lebih fatal, seperti PTSD (post-traumatic stress disorder) yang akan menyebabkan mereka tersiksa dalam hidupnya.

Dampak dari silent treatment sefatal itu, loh, jadi mulai sekarang lebih baik komunikasikan, jika timbul pertengkaran itu tidak terlalu masalah asalkan itu masuk akal, dibandingkan hanya diam dan menyebabkan orang lain sakit di setiap jalan hidupnya.

7. Menyebabkan perpisahan

Dalam hubungan romantis (berpacaran ataupun pernikahan) silent treatment adalah masalah paling serius yang menyebabkan menurunnya kadar kepercayaan pasangan, juga berlanjut ke arah hancurnya komunikasi, dan berakhir dengan perpisahan.

Sepertinya sikap silent treatment itu dianggap terlalu sepele bagi sebagian orang, tapi mereka lupa dengan dampak yang mereka timbulkan bagi si penerima. Silent treatment itu dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang dan masalah kesehatan mental yang lebih buruk dari yang sudah saya bahas jika tidak diatasi dengan tepat. Orang yang menerima silent treatment harus mencari bantuan profesional, karena mereka kesulitan mengatasi perasaan yang dihasilkan oleh silent treatment tersebut.

Maka dari itu, kita harus mulai belajar untuk mengatasi masalah dengan cara yang efektif, kita juga harus mulai mengendalikan emosi, belajar lagi untuk menyampaikan perasaan kita dengan cara yang tidak menyakiti orang lain, dan yang lebih penting dari segalanya, yuk mulai sekarang kita lebih menghargai lagi perasaan orang lain, baik itu suami, pacar, kakak, adik bahkan kepada anak kita sekalipun.

Mereka diam saja bukan berarti tidak masalah diperlakukan seperti itu, tapi dengan sikap diam mereka, mereka menumpuk semua perasaan negatifnya di dalam diri dan lambat laun, mereka akan mengalami suatu keadaan yang tidak bisa kita bayangkan.

Ketika melakukan apa pun, coba pikirkan kembali, apa yang akan kita rasakan ketika orang lain melakukan hal yang sama pada kita.

Akhir kata, semangat!

Baca Juga: Yuk Ketahui 5 Love Language Ini Untuk Mengekspresikan Cintamu!

 

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *