5 Tanda Kamu Tengah Mengalami Delusionship, Awas Bahaya!

Awas, jangan sampai kamu mengalami delusionship. Yuk kenali ciri-cirinya segera!


Ilustrasi sedang mengalami Delusionship

Apakah kamu selalu berkhayal memiliki hubungan indah bersama seseorang yang kamu cintai, padahal kenyataannya berbeda? Hati-hati, bisa jadi kamu tengah mengalami delusionship dan ini cukup berbahaya lho.

Delusionship merupakan gabungan dua kata delusion dan relationship, yang berarti perasaan jatuh cinta berlebih pada seseorang yang tidak kau miliki. Berbeda dari hubungan lainnya, delusionship cenderung membuat satu pihak membayangkan hubungan idealis yang nyatanya tidak sejalan dengan realita yang ada.

Perasaan delusionship satu level lebih tinggi dibandingkan sekadar menyukai seseorang. Delusionship akan terus membuatmu membayangkan memiliki hubungan pada seseorang yang kamu cinta, padahal dia tidak memiliki perasaan yang sama denganmu.

Inilah lima tanda kamu tengah mengalami delusionship, segera kenali agar tak membahayakanmu.

1. Saat mengalami delusionship, kamu tertarik padanya, padahal belum pernah bertemu langsung

Ilustrasi tertarik pada seseorang (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Tanda kamu tengah mengalami delusionship yang pertama yaitu adanya perasaan tertarik yang begitu besar pada seseorang padahal kalian belum pernah bertemu langsung. Hanya melalui platform online, kamu jadi sering terjerat akan fantasi tentangnya tanpa bertatap muka langsung.

Biasanya, ini terjadi karena orang tersebut memiliki daya tarik kuat melalui virtual kehidupannya, seperti konten, tutur kata, atau penampilannya. Padahal, hubungan yang benar dan sehat membutuhkan koneksi langsung dunia nyata, bukan dunia maya saja.

Baca Juga:

2. Menghayalkan hubungan yang sempurna dengannya

Ilustrasi membayangkan hubungan dengan seseorang (Pexels.com/clark cruz)

Salah satu tanda mengalami delusionship yang paling mencolok yaitu kamu selalu berfantasi tentang bagaimana hubungan kalian semestinya. Kamu menciptakan gambaran mengenai hubungan kalian yang sempurna, seolah perjalanan cinta kalian yang idealis, dengan bayangan dia yang mencintaimu seperti perasaanmu padanya.

Padahal, kenyataannya dia belum tentu merasakan perasaan yang sama. Kamu justru terjebak dalam imajinasimu sendiri, hingga terkadang lupa akan kenyataan yang sebenarnya. Jika ini tidak diatasi segera, bisa berdampak dengan perasaan emosionalmu nantinya.

3. Meski dia nyata di hadapanmu, tapi kamu lebih banyak berjuang sendiri

Ilustrasi berjuang sendiri (pexels.com/RDNE Stock project)

Salah satu dinamika kehidupan delusionship terjadi saat hubungan yang dijalankan hanya dilakukan satu pihak yaitu kamu sendiri. Mulai dari komunikasi, rencana bertemu, atau dukungan penuh secara emosional, hanya kamu yang terlihat begitu effort sementara dia tidak sama sekali.

Ingatlah, hubungan yang benar membutuhkan feedback seimbang dari kedua pihak, bukan salah satunya. Jika hanya salah satunya saja, ini pertanda tidak adanya kesetaraan dalam hubungan yang sedang dibangun dan ini tidaklah sehat untuk hati dan hidupmu.

4. Keintiman hubungan yang minim, bahkan tidak ada

Ilustrasi hubungan yang minim saat mengalami delusionship (pexels.com/RDNE Stock project)

Elemen penting dalam sebuah hubungan yang baik dan sehat adalah keintiman antar pasangan, tidak hanya fisik semata, tetapi juga perasaan emosional yang saling terikat. Dalam kehidupan delusionship, keintiman kerap kali terasa minim atau bahkan tidak ada sama sekali.

Ketika keintiman terasa kurang, bisa menjadi tanda salah satu pihak merasa tidak nyaman untuk membuka diri atau mungkin tidak ingin membuka dan terlibat perasaan lebih dalam. Tentu ini akan menimbulkan kesenjangan antara ekspektasi dan realita sebenarnya.

Baca Juga:

5. Hanya kamu yang aktif berkomunikasi, sementara dia tidak

Ilustrasi aktif berkomunikasi (pexels.com/Polina Zimmerman)

Jika selama ini hanya kamu yang rajin berkomunikasi sementara dia tidak, bisa jadi itu pertanda kamu mengalami delusionship. Ketika kamu cenderung lebih mendominasi percakapan, sementara lainnya lebih pasif, ini bisa menandakan salah satu pihak terlalu terbawa perasaan emosional atau memang tidak adanya minat dari pihak lain untuk menjalin hubungan.

Padahal, komunikasi dua arah sangatlah penting untuk menciptakan hubungan yang ideal. Sementara, percakapan secara sepihak justru menciptakan ketidakseimbangan yang berdampak pada hubungan.

Jika setelah membaca artikel di atas terdapat tanda kamu tengah mengalami delusionship, yuk atasi segera. Jangan sampai kamu terjebak dalam fantasi dan imajinasi yang bisa membuatmu sulit keluar dan menghancurkanmu perlahan.

Baca Juga: 6 Sinyal Kamu Butuh Istirahat Sejenak Dari Hubungan

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Emperor

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *