4 Cara Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Dengan Cepat, Jurus Jitu Membentuk Anak Tangguh!


Ilustrasi anak memiliki kecerdasan emosional yang tinggi (pixbaay.com/HaiBaron)

Anak yang hebat adalah anak yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan kognitif dan kecerdasan emosional. Senang rasanya sebagai orang tua jika melihat anak kita pintar secara akademik di sekolah. Apalagi juga punya anak yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi seperti selalu ceria, ramah, baik hati, tidak sombong, senang membantu teman, dan lain sebagainya.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosi baik pada diri sendiri maupun orang lain. Kecerdasan emosional adalah hal penting yang dapat membantu anak-anak untuk tumbuh menjadi individu yang seimbang dan bahagia.

Perkembangan kecerdasan emosional si Kecil merupakan proses yang harus dikembangkan secara bertahap sejak dini. Jadi, bagaimana kita bisa membantu mereka mengembangkan kecerdasan emosional ini? Berikut adalah beberapa cara mengembangkan kecerdasan emosional anak.

1. Melakukan aktivitas bersama anak

Orang tua harus meluangkan waktu bersama anak untuk memperkuat ikatan emosional. Bermain, berbicara, dan mendengarkan anak dapat membantu membangun kecerdasan emosionalnya.

Jauhkan ponsel atau berhenti melakukan aktivitas lain saat bersama anak. Beri perhatian penuh meski hanya sekedar berguling bersama, berlari kejar tangkap atau saling bercerita. Jika hal ini dilakukan dengan penuh cinta, maka akan mengembangkan sel-sel emosional anak.

Baca Juga:

2. Memberikan contoh yang baik dalam berperilaku

Membiasakan anak untuk berperilaku baik terhadap orang lain adalah langkah penting dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak.

Ketika meminta bantuan kepada orang lain, ajarkan anak untuk mengucapkan kata “tolong” dan selalu ingatkan mereka untuk mengucapkan “terima kasih” setelah mendapatkan bantuan.

Dengan memberikan contoh yang baik, anak secara bertahap akan menerapkan kebiasaan berperilaku positif saat berinteraksi dengan orang lain.

2. Ajarkan anak untuk berbagi kepada orang lain

Mengajarkan anak untuk berbagi kepada orang lain akan membantu anak untuk dapat memahami perasaan orang lain, menghargai kebutuhan orang lain, dan membangun hubungan yang baik antara sesama manusia.

Berbagi merupakan bagian dari empati. Anak-anak perlu belajar melihat dan merasakan sesuatu dari sudut pandang orang lain. Pada usia di bawah enam tahun, anak-anak biasanya belum sepenuhnya dapat berbagi terhadap orang lain. Apalagi kalau urusan makanan yang menjadi kesukaan anak-anak.

Jangan terlalu memaksa jika mereka belum siap untuk berbagi. Berikan contoh dan dorong mereka secara bertahap dan perlahan-lahan. Misal jika anak suka dengan cokelat. Berikan dia sebungkus cokelat, bujuk anak untuk membaginya dengan teman. Jangan lupa untuk ajak ia menghitung jumlahnya. Selain mengasah kecerdasan kognitif, anak juga belajar bagaimana bersikap, berbagi dan bersosialisasi dengan lingkungannya.

3. Membangun rasa empati pada anak

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain. Melalui pengembangan empati, kita dapat membantu anak-anak mengembangkan kecerdasan emosional mereka.

Membangun rasa empati akan membantu anak untuk peduli terhadap orang lain dan juga menjalin hubungan yang baik. Ajarkan anak untuk lebih peka terhadap perasaan orang lain.

Contohnya, ketika anak bercerita tentang temannya yang kehilangan mainan, tanyakan, “Bagaimana perasaanmu jika kamu yang kehilangan mainan?” dan dorong anak untuk berempati.

Membangun empati juga bisa dengan mengenalkan bentuk wajah dan emosi pada anak. Orang tua bisa menggambarnya di atas kertas lalu minta anak menirukannya. Dengan mengenali reaksi wajah seseorang, akan lebih mudah buat orang tua untuk memperkenalkan empati pada anak.

Baca Juga:

4. Berikan anak tanggung jawab

Memberikan anak tanggung jawab adalah salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan kecerdasan emosional mereka. Berikan tanggung jawab sesuai dengan kemampuannya.

Cukup minta anak untuk melakukan hal sederhana seperti; membereskan mainannya, mematikan televisi setelah menonton atau menaruh sepatu di tempatnya. Selain melatih motorik, jiwa tanggung jawab dan disiplin anak akan bisa terbentuk.

Selain itu ajarkan anak tentang konsekuensi dari melepas tanggung jawab. Misalnya, jika anak tidak membereskan mainannya kembali, maka anak tidak boleh mengambil mainan yang lainnya dahulu dibereskan.

Itulah beberapa cara mengembangkan kecerdasan emosional anak. Dengan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan ini ke dalam rutinitas sehari-hari, kamu tidak hanya membantu anak dalam mengembangkan kecerdasan emosional, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga.

Ingat, setiap anak adalah unik dan memerlukan pendekatan yang berbeda. Jadi, jangan takut untuk bereksperimen dan menemukan apa yang paling cocok untuk anak. Selamat mencoba!

Baca Juga: 4 Ciri-ciri Anak Dengan Kecerdasan Kinestetik, Tidak Bisa Diam!

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Novice